Daerah

Hasan Bahtiar Resmi Daftar Cabup Garut Ke PDIP

Hasan Bahtiar Saat Mendaptarkan Diri Di PDIP Garut

POJOKPOLITIKCOM — Dedi Hasan Bahtiar, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDIP, orang pertama yang mendaftarkan diri menjadi Calon Bupati Garut (Cabup) Garut 2018 ke PDIP.

Ketua Tim Seleksi/Pemenangan DPC PDIP Pilkada Garut 2018, Ogie Gumilar, mengakui, Dedi Hasan Bahtiar yang pertama kali mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran Calon Bupati Garut dari PDIP Perjuangan, Rabu (24/5/2017) sekitar pukul 09.30 WIB, Dedi mengembalikan formulir pendaftarannya didampingi para pendukungnnya.

Dikatakan Ogie, per tanggal 20 Mei, telah dibuka pendaftaran penjaringan Calon Bupati Garut 2018, ada beberapa nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran, diantaranya, Dedi Hasan Bahtiar yang juga kader internal partai, Imas Aan Ubudiah dan Rd. Marlan. Namun yang baru mengembalikan baru satu orang, yakni Dedi Hasan Bahtiar.

Dalam penjaringan Calon Bupati Garut 2018, PDIP Perjuangan Kabupaten Garut hanya diberi tugas untuk menerima pendaftaran, sedangkan proses selanjutnya akan digodog oleh DPP PDIP.

“Kita sebagai panitia pendaftaran hanya menerima pendaftaran saja, untuk proses seleksinya itu merupakan tugas DPP, sesuai arahan Sekjen DPD PDIP Jabar,” terang Ogie.

Dedi Hasan Bahtiar, mengatakan, dirinya mengikuti mekanisme partai dalam menghadapi Pilkada Garut.

“Saya resmi mendaftar sebagai Calon Bupati Garut dari PDIP Garut, ini sebagai tahapan mekanisme partai,” katanya.

Menurutnya, sesuai dengan arahan partai, setelah mendaftar sebagai Calon Bupati, dirinya juga disarankan untuk melakukan konsolidasi partai baik di internal dan di eksternal serta terhadap rakyat.

“Di internal partai terus berkomunikasi dengan seluruh pengurus, baik pengurus DPC dan pengurus tingkat bawah. Sehingga nantinya seluruh roda partai bergerak untuk memenangkan Pilkada Kabupaten Garut tahun 2018,” katanya.

Sedangkan komunikasi politik di eksternal partai, dirinya mengaku sudah menjalin dengan seluruh komunitas, nelayan, petani, mahasiswa serta organisasi kepemudaan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memudahkan dalam meraih suara dalam Pilkada. (Ad)

Leave a Reply