Daerah

Koalisi Reuni Bisa Rubah Peta Pilkada Kota Bekasi

 

Hamdie, Direktur Bekasi Institute

POJOKPOLITIK.COM – Melalui proses komunikasi yang panjang, akhirnya tiga partai pemenang Pilgub DKI Jakarta kembali menjalin koalisi di Pilgub Jabar 2018.

Tiga partai tersebut yakni, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah resmi mendukung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu untuk Pilkada Jawa Barat 2018.

Reunian tiga partai politik tersebut tidak menuntut kemungkinan juga sampai pada tingkat kabupaten/kota seperti pada Pilkada Kota Bekasi 2018. Hal tersebut diungkapkan Hamdie, Direktur Bekasi Institute.

Hamdie menjelaskan, jika ketiga partai ini ingin serius menjadi penantang petahana Rahmat Effendi yang saat ini tingkat popularitasnya mencapai 90.0 persen dengan tingkat kesukaan 82.2 persen dalam Pilkada Kota Bekasi mendatang, maka harus ada sosok yang tepat dan dianggap oleh masyarakat bisa menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Hamdie, di Kota Bekasi ada beberapa figur yang notabene kader dari tiga partai tersebut layak untuk didorong. Di PKS ada Heri Koswara, di Gerindra ada Anggawira dan di PAN ada Lucky Hakiem, “hasil survei Bekasi Institute November lalu tiga nama itu paling memungkinkan”. Terangnya

Ia menjelaskan, nama-nama tersebut masih bisa bersaing dengan petahana Rahmat Effendi dan Mochtar Mohammad terlebih ketiga partai ini memiliki basis pendukung tersendiri yang cukup loyal di Kota Bekasi.

Tinggal kesolidan dan kejelian tim membaca prilaku sosial-politik masyarakat Kota Bekasi dan menyusun strategi. Hal tersebut menurut Hamdie karena sampai saat ini belum ada kandidat yang secara personal memiliki dukungan dari pemilih ideologis yang signifikan, “data Bekasi Institute, strong supporter sebanyak 36.7 persen”. Tukasnya

Jadi, katanya lagi, masih ada 41.7 persen pemilih yang mengaku kemungkinan berubah pilihannya, alasannya lebih banyak karena masih menimbang calon walikota lainnya. ” ada 36.7 persen responden tidak akan berubah pilihannya sampai hari-H, yang kemungkinan berubah sebanyak 41.7 persen dan 21.6 persen tidak mersepon”.

Dengan kondisi sosial politik masyarakat Kota Bekasi yang masi relatif cair maka jika koalisi reuni terbentuk akan memberikan pengaruh besar pada peta perpolitikan di Kota Bekasi. Tutupnya

Leave a Reply