Nasional

Parpol Dan Politisi Segera Melunasi Janji Politiknya

Bendera Parpol

POJOKPOLITIK.COM — Partai Politik (Parpol) dan para politisi diminta segera menuntaskan atau melunasi janji-janji politiknya pada rakyat saat kampanye, baik saat pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan rakyat pada Parpol dan juga para politisi.

Demikian dikatakan Chairman John Caine Center (JCC), Najib Salim Attamimi di Jakarta, Minggu (28/5).

Ia mengatakan, sampai saat ini Parpol dan juga para politisi di Tanah Air masih belum melunasi janji-janji mereka kepada rakyat saat kampanye. Bahkan, terlihat Parpol dan para politisi lebih cenderung memikirkan kekuasaan dan kepentingan diri serta kelompoknya dibanding memikirkan atau memenuhi janji-janji kampanye.

Najib mengatakan, setelah pemilu atau pilkada selesai, maka obral janji yang diberikan saat kampanye pemilu atau pilkada juga selesai. Parpol dan politisi sibuk dengan kepentingan partai, dirinya, dan kelompoknya. Mereka sudah tidak menghiraukan lagi rakyat. Yang ada malah memburu atau mengejar kekuasaan. “Akibatnya, rakyat hanya bisa gigit jari menunggu realisasi janji-janji politik saat kampanye,” tandasnya.

Ia menuturkan, setelah pemilu, Parpol dan poltiisi lepas tangan dan menyerahkan urusan kesejahteraan rakyat kepada pemerintah. Seolah-olah, urusan kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan dan lain-lain itu adalah urusan pemerintah semata, bukan urusan Parpol. Padahal, saat kampanye mereka berteriak-teriak dan mengobral janji soal kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Namun, begitu pemilu selesai, berakhir pula janji-janji manis tersebut.

Dikatakan, jika Parpol tidak melunasi janjinya saat kampanye, maka jangan menyalahkan rakyat jika pada Pemilu yang akan datang, rakyat tidak memilih lagi Parpol atau calon legislatif dari Parpol yang bersangkutan karena ingkar janji. Bahkan, ia mengingatkan Parpol agar jangan menyalahkan rakyat jika rakyat meminta membubarkan suatu Parpol karena selalu ingkar janji pada rakyat.

Karena itu, Najib mengingatkan Parpol dan juga para politisi untuk tidak lagi mengobral janji saat kampanye. Bahkan, jika perlu, tuturnya, pada pemilu mendatang, tidak perlu ada kampanya lagi yang isinya hanya mengobral janji semata sebab hal tersebut jelas tidak menguntungkan rakyat.

Najib menegaskan, sejauh ini peran Parpol tidak efektif dalam mengupayakan kesejahteraan rakyat di Indonesia. Buktinya, angka kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dari data Bank Dunia yang menyebutkan bahwa total penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan pada 2016 mencapai 103,2 juta atau mencapai 39,6 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 260,6 juta. Sementara pada tahun 2017, jumlahnya diproyeksikan menjadi 86,6 juta atau 33,3 persen dari total penduduk.

“Ini artinya, rakyat miskin di Indonesia semakin banyak. Pemerintah sudah berupaya maksimal untuk mengatasi hal ini dengan berbagai kebijakan yang ada. Namun, urusan kesejahteraan rakyat tidak bisa semuanya dibebankan kepada pemerintah. Parpol harus menjadi garda terdepan dalam memberantas kemiskinan di Tanah Air karena itulah janji Parpol pada rakyat. Karena itu, salah besar jika Parpol kemudian hanya menyalahkan pemerintah soal tingginya angka kemiskinan,” tegasnya.

Ditekankan, Parpol atau politisi tidak bisa hanya sekadar menjadi pengawas, pengkritik, atau pengoreksi pemerintah semata, tetapi Parpol atau politisi harus menjadi garda terdepan dalam memberantas kemiskinan. Jika Parpol atau politisi hanya bisa mengkritik pemerintah saja, maka tidak perlu ada Parpol atau wakil rakyat. Cukup dibentuk sebuah lembaga pengawas saja,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengatakan, masih ada cukup waktu bagi Parpol atau politisi untuk memenuhi janji-janji mereka pada rakyat. “Silakan penuhi janji-janji pada rakyat saat kampanye sebelum rakyat memutuskan atau mengatakan kami tidak percaya lagi para Parpol atau politisi tertentu,” tandasnya. (ad)

Leave a Reply