*Bocornya Informasi Perubahan Sistem Pemilu 2024 

Jimly Asshidiqie Minta SBY Tak Buat Kesimpulan, Wasekjen Demokrat Beri Jawaban Menohok

Wasekjen Demokrat, Jansen Sitindaon. (Instagram)

POJOKPOLITIK.COM Terkait bocornya informasi tentang perubahan sistem pemilu menjadi proporsional tertutup, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak membuat kesimpulan terkait hal itu.

Mengingat MK belum membacakan putusannya.

Pernyataan itu pun langsung ditanggapi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Dirinya tidak sepakat dengan pernyataan Jimly dan memberikan jawaban yang menohok.

“Orang peserta pemilunya kami kok, dan mayoritas dari kami termasuk rakyat ingin tetap terbuka. Dan kalau voting di DPR pun, mayoritas 8 Partai ini pasti menang. Masak mau dibuat tertutup melalui pintu MK?” ungkapnya dikutip dari cuitannya di Twitter, Senin (28/5/202).

Jansen mengatakan, putusan memang belum dibacakan. Tapi sidangnya di MK sudah selesai.

Delapan partai juga sudah menolak sistem tertutup. Kini partai itu mencari informasi terkait putusannya.

“Karena kalau sudah putus baru bicara dan bergerak, tak ada gunanya lagi. Nasi sudah jadi bubur melakukan apapun. Krn sifat putusan MK yang final mengikat. Apalagi ‘nuansa politiknya’ ini sangat kental dibading hukumnya. Kalau tadi ansich hanya soal hukumnya saja, sudah kami jelaskan lengkap di MK,” jelasnya.

"Di luar soal tidak adanya problem konstitusional terkait sistem ini, kemunduran demokrasi dll yg telah kami jelaskan di MK, ini juga sudah soal “survival interest” kami 8 Partai, Prof," tulisnya lagi.

Ia jugamengatakan, di luar masalah konstitusional, hal ini juga terkait kemunduran demokrasi. Juga tentang survival interest.

“Terkait kelangsungan hidup dan strategi masing-masing partai tang telah disusun di Pemilu. Jadi segala usaha pasti akan kami lakukan,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, tiap partai telah menyusun strategi. Dan telah memgusulkan mama calon legislatifnya ke KPU.

“Strategi penyusun caleg yang telah kami susun dan daftarkan ke KPU beberapa waktu lalu juga adalah Terbuka. Apa jadinya kalau sampai tertutup? Yang ada malah ribut di internal semua partai. Tidak bermanfaat putusan ini kalau kata Gustav Radbruch di tengah tahapan yang sudah berjalan. Karena daftar calegnya sudah disusun dan dimasukkan ke KPU,” terangnya.

Karenanya, alih-alih sepakat bahwa Denny Indrayana dinilai membocorkan rahasia negara terkait perubahan sistem ini. Jansen malah berterima kasih.

“Prof @dennyindrayana yang telah ikut terus bersuara soal ini sejak jauh-jauh hari khususnya memberi tinjauan dari sudut Demokrasinya, problem konstitusionalnya dll. Jadi beliau bersuara bukan hanya baru kemarin saja. Maju terus,” pungkasnya mengakhiri. (*)

Komentar

Loading...