Misi Imam Akbar, si ‘Kuda Hitam’ yang Siap Persembahkan Satu Kursi Bagi Demokrat 

Imam Akbar, si 'Kuda Hitam' yang Siap Persembahkan Satu Kursi Bagi Demokrat. (dok Demokrat Sumut)

POJOKPOLITIK.COM- Usianya yang masih 31 tahun memang terbilang muda. Pengalaman di bidang politik juga tak sepiawai para senioran yang telah lama berjibaku dalam dunia perpolitikan tanah air.

Tapi jangan salah, semangat muda dan ambisi besar justru bisa menjadi modal untuk mengantarkannya ke gedung parlemen.

Ya, begitulah pria bernama lengkap Muhammad Imam Akbar dalam memaknai politik saat berdiskusi dengan awak media Pojokpolitik.com, Rabu (31/5/2023) kemarin.

Baginya, usia tak lantas menjadi penentu layak tidaknya seseorang menjadi anggota legislatif.

Sebagai 'pemain pemula' tak menutup kemungkinan bagi pria yang terdaftar sebagai Bacaleg Dapil 1 Kota Medan dari Partai Demokrat ini bisa menjadi 'kuda hitam' dalam kehadirannya di tengah para politisi senior yang ada.

Mendulang suara terbanyak dari daerah pemilihannya yang meliputi Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah serta menyumbang satu kursi untuk Demokrat, menjadi misinya saat ini.

Sosok pengidola Susilo Bambang Yudhoyono ini melihat peluang itu terbuka. Mengingat, slogan 'Muda Adalah Kekuatan' yang digaungkan partai berlambang Mercy ini buat Imam tak cuma penghias kata belaka.

Ada makna tersirat di dalamnya.

"Jujur saya tertarik politik salah satunya karena sosok bapak SBY. Saat beliau menjalankan pemerintahan sangat konsen dengan kebutuhan dasar masyarakat, baik itu kesehatan, pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat," ujar pria yang pernah mendapatkan full scholarship (beasiswa) dari American Field Service saat SMA di Omura Technical High School, Nagasaki, Jepang itu.

Apalagi, pria lulusan Kedokteran USU ini juga melihat sosok SBY menjadi tokoh penting terbitnya jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat lewat Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

"Pak SBY juga sebagai sosok penting terbitnya BPJS. Manfaatnya sampai sekarang bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia," tutur Imam.

Untuk alasan itu jugalah pria yang menekuni dunia bisnis ini semakin tertarik bergabung bersama Partai Demokrat.

Tepat 2022 dirinya pun memutuskan ikut bergabung bersama Demokat Sumut di bawah kepemimpinan Lokot Nasution.

Sebagai kaum muda Imam langsung diamanahkan menjabat Kepala Badan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat (BPPM).

Keberadaan anak muda dengan posisi penting dalam partai semakin menunjukkan identitas partai yang pro terhadap anak-anak muda bertalenta.

"Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sendiri adalah sosok anak muda berprestasi di dunia militer yang memilih terjun ke politik. Tentu ini menjadi inspirasi anak muda untuk melek politik," harap Imam.

Apalagi Imam menilai anak muda saat ini masih apatis tentang politik.

"Mereka tidak ingin terjun ke politik karena banyak kekecewaan atas janji politik. Di sinilah peran saya sebagai anak muda ingin memberikan contoh, bahwa berpolitik itu bisa memberikan hal positif. Ikut andil dalam politik bisa memberikan warna berbeda dan manfaat besar ke masyarakat," ucap pria yang dipercaya sebagai salah satu delegasi dari Indonesia mengikuti forum global pemipin muda One Young World di London tahun 2010 itu.

Imam Akbari saat melakukan aksi langsung ke tengah masyarakat. (dok Demokrat Sumut)

Disinggung rencana kerja yang akan dilakukan dalam mewujudkan mimpinya ke gedung parlemen?

"Sesuai tugas dan wewenang anggota DPRD yaitu membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah, membahas dan memberi persetujuan RAPBD yang diajukan kepala daerah dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD, maka ada empat fokus kerja yang akan saya lakukan sebagai bakal calon legislatif nantinya," bilang Imam Akbar.

Yang pertama bilang Imam yakni peduli Kesehatan (Health Care). Dengan memperjuangkan akses kesehatan yang berkeadilan dan berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat termasuk kaum disabilitas dan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan di Kota Medan.

"Kedua, peduli pendidikan (educare). Yakni dengan mendorong dan mengawasi terselenggaranya akses pendidikan yang merata dalam hal peningkatan kualitas SDM pengajar maupun infrastruktur di Kota Medan," ungkapnya.

Sementara ketiga adalah Pengembangan UMKM (SME Development). Yakni dengan memperjuangkan peningkatan anggaran yang fokus membantu UMKM seperti pelatihan, pendampingan, bantuan materi maupun inmateri dengan tujuan meningkatkan penyerapan lapangan pekerjaan yang signifikan di Kota Medan

"Dan terkahir yakni pemberdayaan wanita (empowering women). Mendorong terciptanya ekosistem pemberdayaan kewirausahaan wanita dengan asas kesetaraan gender dengan kebijakan akses bantuan pemerintah terhadap usaha wanita berbasis rumah tangga dimulai dari lingkungan/kelurahan di Kota Medan," ucapnya mengakhiri.

Sejatinya, Pemilu 2024 menjadi momen tepat bagi kaum muda menunjukan talentanya bersama Demokrat mengusung sejuta mimpi dan mengukir senyum di tengah masyarakat.

Saatnya juga bagi si 'Kuda Hitam' untuk membuktikan jika dirinya mampu memainkan bidak percaturan politik demi ambisinya menembus gedung parlemen. (*)

Komentar

Loading...