Prihatin melihat Ketidakadilan, Rizqi Inginkan Perubahan Lewat Kursi Parlemen

Muhammad Rizqi Pasaribu, Bacaleg Demokrat Dapil 5 Kabupaten Asahan. (dok Pojokpolitik)

POJOKPOLITIK.COM- Cuaca sore itu cukup bersahabat. Obrolan sederhana mengalir di salah satu cakruk yang terletak di perbatasan kota, tepatnya di kawasan jalan Pahlawan Gang Melati, Medan.

Ditemani senandung indah cuitan Burung Murai yang tengah menikmati pemandangan kumparan awan yang bergelayut manja di langit menjelang senja, seorang pria muda tampak antusias kala berbincang membahas politik.

Baginya, politik memiliki peran penting dalam mempengaruhi setiap sendi kehidupan masyarakat.

Politik ikut berperan dalam menentukan harga kebutuhan pokok. Politik jugalah yang bisa membawa arus perubahan ke arah yang lebih baik.

Ya, begitulah Muhammad Rizqi Pasaribu SH memaknai arti politik.

Pria kelahiran Kisaran, 13 Desember 1991 silam ini mengaku mulai tertarik dengan dunia politik sejak akhir 2021 silam.

Tak seperti kebanyakan pemuda lainnya yang terkesan apatis dengan politik, Rizqi sapaan akrabnya itu justru menunjukan animo yang cukup besar.

Namun bukan tanpa alasan Rizqi secara tiba-tiba tertarik dengan dunianya para politisi.

Pria lulusan Fakultas Hukum di perguruan tinggi Islam tertua di Sumatera (UISU) itu merasa terpanggil untuk mengenal bahkan masuk ke dalam ranah politik karena melihat adanya ketidakadilan di tengah masyarakat.

Jeritan hati masyarakat sering menyelinap di gendang telinganya.

Akses jalan yang tak bersahabat, bantuan yang tak dirasakan kaum miskin desa hingga kasus putus sekolah menjadi momok menakutkan yang kerap menghantuinya.

"Saya sering mendengar masyarakat miskin tak tersentuh bantuan sementara yang mampu justru dibantu. Terutama masa Covid kemarin. Bantuan kerap tidak tepat sasaran. Ingin bersuara tapi tak punya kekuatan. Inilah alasan saya kenapa ingin masuk politik. Saya ingin membawa satu perubahan ke arah yang lebih baik," ujar Rizqi.

Caranya seperti apa? lanjut Rizqi yakni dengan masuk ke gedung parlemen sebagai legislatif.

"Legislatif ini kan salah satu perannya menyambung aspirasi dan keluhan masyarakat. Kita akan kawal ini agar masyarakat bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara," ucapnya sembari menyesap kopi Arabica yang menemani perbincangan di penghujung sore itu.

Rizqi kembali melanjutkan, untuk mewujudkan misi mulianya, putra dari pasangan Alm Ir H Asnan Pasaribu dan Dra H Yusnidar Matondang ini memilih bergabung bersama Partai Demokrat.

Muhammad Rizqi Pasaribu caleg dapil 5 kabupaten Asahan. (dok Pojokpolitik)

Lewat restu sang bunda dan saudara kandungnya, Rizqi memutuskan mendaftarkan diri sebagai Bacaleg Dapil 5 Kabupaten Asahan yang meliputi Kecamatan Air Batu dan Kecamatan Sei Dadap.

Rizqi mengaku telah memiliki rambu yang diwariskan almarhum sang ayah sebelum melangkah lebih jauh.

"Pesan dari ayah jangan sampai kita menyakiti perasaan orang karena ucapan kita. Ketika kita buat orang kecewa karena ucapan kita maka kehidupan kita akan sulit dan rezeki juga menjauh," ujar pria yang mempersunting wanita bernama lengkap Rizka Fadhilah Nasution sebagai istrinya itu.

Bungsu dari tiga bersaudara itu yakin, bermodalkan wasiat sang ayah dirinya akan membuktikan bahwa yang muda juga punya hak untuk membawa arah perubahan.

"Apalagi adanya sosok Lokot Nasution sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut, dan AHY sebagai Ketua Umum Demokrat yang memiliki jiwa muda menjadi sosok inspirasi dan juga kekuatan buat saya untuk mengenal dan mencintai politik," tutur pria penghobi traveling itu.

Disinggung fokusnya jika terpilih dan melangkah ke gedung parlemen, Rizqi mengungkap ada empat fokus kerja yang menjadi prioritas awalnya nanti.

Muhammad Rizqi Pasaribu saat melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. (dok Pojokpolitik)

"Kondisi dua kecamatan Air Batu dan Sei Dadap saat ini adalah butuhnya pembenahan infrastuktur jalan dan penerangan yang tak memadai. 70 persen jalan rusak dan hanya berlapis batu padas. Kedua pendidikan. Banyak yang harus putus sekolah karena biaya, ditambah lagi jarak sekolah yang mulai menerapkan zona. Ketiga kesehatan, di mana fasilitas dan petugas kesehatannya masih minim dan terakhir adalah mengentaskan kemiskinan lewat program bantuan tepat sasaran. Inilah nanti yang akan menjadi fokus saya," ucapnya.

Sore mulai menepi dan berganti malam sebagai tanda pemisah obrolan sederhana kala itu. Semoga, cerita yang tertulis menjadi lembaran saksi yang kan menemani perjalanan Rizqi menuju parlemen nanti. (*)

Komentar

Loading...