Putusan MK Mengenai Sistem Pemilu Terbuka Cuma Srimulat Politik, Faizal Assegaf: Pastikan Anies Tidak Dijegal!

Kritikus Faizal Assegaf ingatkan adanya upaya penjegalan Anies Baswedan. (Istimewa)

POJOKPOLITIK.COM- Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja menolak uji materi sistem pemilu terbuka, dan memastikan pemilu 2024 tetap menggunakan sistem priporsional terbuka.

Namun Faizal Assegaf selaku kritukus mengaku tak terlalu acuh dengan isu sistem terbuka atau tertutup.

Mengingat, sejak gugatan itu muncul, telah ditolak keras oleh delapan Parpol.

Faizal justru menilai, apa yang berlangsung selama ini hanyalah srimulat politik.

“MK, PDIP dan Istana tidak mungkin nekat bertindak konyol. Semua itu cuma srimulat politik dan banyolan aja. Tujuan untuk menjebak dan menghardik oposisi,” ujarnya dikutip dari Fajar.co.id, Jumat (16/6/2023)

Seharusnya sambung Faizal, elemen pro perubahan fokus menggalang penguatan koalisi Parpol untuk pastikan Anies Baswedan sebagai tokoh sentral perubahan tidak dijegal.

Karenanya, ia menyarankan elemen pro perubahan fokus saja. Memastikan Anies Baswedan tidak dijegal di Pemilihan Presiden.

“Jejaring oposisi harus lebih jeli dan cerdas untuk menghindari berbagai isu yang diproduksi oleh agen status qou. Yang tujuannya mengobrak-abrik soliditas oposisi,” ucapnya.

Menurutnya, tidak ada cara lain yang efektif untuk terus bergerak secara konstruktif selain memperkuat parpol pro perubahan, dan lebih agresif menggalang konsolidasi people power sebagai ikhtiar mencegah penjegalan dan kecurangan.

“Bila kedaulatan politik rakyat terus diobrak-abrik untuk menjegal Anies dan partai koalisi, maka pilihan people power tidak bisa dihindari. Intervensi kekuasaan harus dilawan melalui solidaritas rakyat secara tegas,” katanya.

“Rapatkan barisan, lawan seluruh modus-modus jahat dari praktek kekuasaan yang semena-mena. Semakin solid dan agresif oposisi menyuarakan perubahan, semakin terbuka peluang bagi rakyat mengakhiri ketidakadilan,” lanjutnya mengakhiri. (*)

Komentar

Loading...