Ini Tiga Manusia Paling Sakti di Indonesia Versi Sudarsono Saidi, Termasuk Moeldoko 

Aktivis senior Sudarsono Saidi beberkan tiga manusia paling sakti di Indonesia. (Instagram)

POJOKPOLITIK.COM- Aktivis Senior Sudarso Saidi ungkap tiga manusia tersakti di Indonesia. Manusia yang tidak bisa disentuh oleh apapun itu.

Dikatakan Sudarsono, ketiga nama tersebut merupakan nama-nama yang memiliki jabatan penting termasuk Moeldoko.

"Ada 3 orang sakti di Indonesia. Selain Moeldoko ada Firli Bahuri dan Luhut Binsar Pandjaitan," ujar Sudarsono dalam keterangannya dilansir dari Fajar.co.id, Minggu (25/6/2023).

Dari ketiga nama tersebut, merupakan nama-nama yang banyak disorot publik belakangan ini. Namun demikian, hanya sebatas sorotan saja.

"Tak akan bisa disentuh hukum," ujarnya.

Pertama, ada nama Firli Bahuri. Kasus Firli tidak asing lagi di mata publik. Soal dugaan kebocoran dokumen penyelidikan.

Kabarnya, Kasus dugaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disinyalir melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri itu berlanjut di Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Hanya saja, hingga saat ini masih belum ada hilal atas kejelasan kasus tersebut.

Kedua, ada nama Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Sosok yang berada di belakang Presiden Jokowi itu hampir selalu memunculkan kontroversi di hadapan publik.

Mulai dari tudingan bermain dalam bisnis tambang di Papua, namanya disebut di Pandora Papers, hingga keterlibatannya dalam bisnis tes PCR.

Jenderal Purnawirawan TNI AD tersebut juga kerap mendapatkan tudingan dari beberapa pihak yang menyebutnya sebagai antek negara China.

Nama selanjutnya, ada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia menjadi sorotan lantaran upayanya yang terus ingin membegal Partai Demokrat.

Sementara, Presiden Joko Widodo terlihat cuek dengan aksi Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko yang notabene anak buahnya "membegal" Partai Demokrat.

Mantan Wamenkumham Denny Indrayana menyebut, Jokowi terkesan sengaja membiarkan Moeldoko mengganggu kedaulatan Partai Demokrat.

Karena itulah, Jokowi telah memenuhi pasal pemakzulan karena terbukti membiarkan pelanggaran Undang-undang partai politik yang menjamin kedaulatan setiap Parpol. (*)

Komentar

Loading...