Serangan Drone Tanpa Awak Milik AS Klaim Tewaskan Pimpinan ISIS di Suriah

Serangan Drone MQ-9 milik Amerika Serikat tewaskan pimpinan ISIS di Suriah. (Wikipedia)

POJOKPOLITIK.COM- Amerika Serikat mengklaim berhasil menewaskan pimpinan ISIS Osama al-Muhajer di Suriah timur.

Central Command AS menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mengalahkan ISIS.

"Kami telah memperjelas bahwa kami tetap berkomitmen untuk mengalahkan ISIS di seluruh wilayah," kata kepala Jenderal Centcom Michael Kurilla seperti dilansir AFP, Senin (10/7/2023).

"ISIS tetap menjadi ancaman, tidak hanya di kawasan tetapi juga di luar," tambahnya.

Menurut Centcom, tidak ada warga sipil yang tewas dalam operasi itu. Akan tetapi pasukan koalisi sedang "menilai laporan tentang cedera warga sipil".

Centcom mengatakan serangan itu dilancarkan pada Jumat (7/7/2023). Serangan itu berlangsung selama 2 jam.

"Dilakukan oleh MQ-9 (drone) yang sama yang telah... diganggu oleh pesawat Rusia dalam pertempuran yang berlangsung hampir dua jam".

Pesawat tak berawak AS yang ikut serta dalam operasi melawan ISIS di Suriah pada Kamis (6/7/2023), untuk kedua kalinya dalam 24 jam, diganggu oleh pesawat militer Rusia. Hal itu diungkap oleh seorang komandan AS saat itu.

Letnan Jenderal Angkatan Udara Alexus Grynkewich mengatakan pesawat "menjatuhkan suar di depan drone dan terbang sangat dekat, membahayakan keselamatan semua pesawat yang terlibat".

Dalam insiden lain pada hari Rabu, tiga jet Rusia menjatuhkan suar parasut di depan drone AS, memaksa mereka untuk mengambil tindakan mengelak. Grynkewich menyerukan Moskow untuk "menghentikan perilaku sembrono ini".

Rusia adalah sekutu utama rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Dengan dukungan Moskow dan juga Iran, Assad telah merebut kembali sebagian besar tanah yang hilang pada tahap awal konflik Suriah yang meletus pada 2011 ketika pemerintah secara brutal menekan protes pro-demokrasi.

Kantong terakhir oposisi bersenjata terhadap rezim tersebut termasuk petak besar provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak di utara.

Amerika Serikat memiliki sekitar 1.000 tentara yang dikerahkan di Suriah sebagai bagian dari upaya internasional untuk memerangi jihadis ISIS, yang dikalahkan di Suriah pada 2019 tetapi masih mempertahankan tempat persembunyian di daerah gurun terpencil dan sering melakukan serangan. (*)

Komentar

Loading...