Tak Kebagian Tiket, Penonton Kecewa… Ketua PBSI Sumut Janji Evaluasi 

Ketua PBSI Sumut, Suripno Ngadimin (tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto : Umek)

POJOKPOLITIK.COM- Sejumlah penonton laga final BNI Indonesia Masters 2023 mengaku kecewa karena tak kebagian tiket untuk bisa masuk untuk mendukung langsung perjuangan pebukutangkis andalan Indonesia di final.

Padahal momen tersebut telah ditunggu sejak beberapa minggu sebelumnya.

Kekecewaan itu disampaikan Wiliam, Warga Medan Labuhan. Setelah jauh datang ke GOR PBSI Sumut yang berlokasi di kawasan Jalan Pancing, dirinya harus gigit jari karena tiket yang akan dibelinya telah habis dipesan.

"Yah itu lah cukup kecewa bersama teman-teman gak kebagian tiket. Padahal dari seminggu lalu mau nonton," ujar Wiliam diamini kedua temannya.

Alhasil Wiliam memutuskan untuk kembali karena tak lagi memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung aksi para pebulutangkis dunia secara langsung.

"Itu lah melihat situasi ini kurang memadai dan mungkin bakal dapat tiket lagi, jadi ini rencananya mau pulang saja," tuturnya dengan raut penuh kecewa.

Dirinya pun berharap, pengurus bukutangkis di Sumut bisa menambah kapasitas penonton.

"Semoga bisa ditambah lagi kapasitasnya dan arahan untuk masuk ke GOR juga lebih di perjelas lagi," ujar Wiliam.

Menyikapi hal itu, Ketua PBSI Sumut, Suripno Ngadimin mengaku akan melakukan evaluasi dan melakukan sedikit perubahan.

Apalagi, dalam waktu dekat GOR PBSI Sumut juga akan dipakai untuk penyelenggaran PON 2024 mendatang

"Yang bisa kita evaluasi itu lapangan dengan menambah sit dan tempat vidio itu nanti akan kita gantung. Ke depannya, bisa nambah minimal 200 lagi. Setidaknya dengan tambahan itu maka penonton yang bisa masuk 1200 an. Karena kapasitas saat ini sekitar 1000 penonton," terang pria yang akrab disapa Ko Aseng itu.

Terkait Sumut dipercaya sebagai lokasi menggelar even turnamen BWF Tour Super 100, Ko Aseng pun mengungkapkan sebagai momen emas setelah penantian panjang 27 tahun lamanya.

"Kita sangat welcome dan ini merupakan kemajuan, karena 27 tahun kami menunggu turnamen Internasional ini. Jadi dengan di renovasinya lapangan ini dan kita ajukan hingga akhirnya berhasil," tuturnya.

Pelaksanaan BNI Indonesia Masters juga bilang Ko Aseng dijadikan sebagai contoh untuk menggelar PON 2024.

"Jadi lapangan yang dipakai di even BWF Tour Super 100 ini juga nantinya akan digunakan dalam perhelatan PON 2024 mendatang dengan menggunakan empat lapangan," ucapnya mengakhiri. (*)

Komentar

Loading...