Deklarasi AMIN Tak Pengaruhi Elektabilitas, Survei SRS di Jatim Prabowo dan Ganjar Masih Unggul

Deklarasi AMIN tak pengaruhi elektabilitas pasangan bakal capres Anies Baswedan dan bakal cawapres Cak Imin. (Foto : Instagram detikcom)

POJOKPOLITIK.COM- Pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin baru saja melakukan deklarasi.

Namun, sepertinya tak memberikan efek signifikan dalam meningkatkan elektabilitas kedua pasangan.

Lembaga survei Surabaya Research Syndicate (SRS) baru saja merilis hasil survei wilayah Jawa Timur (Jatim) setelah deklarasi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Hasilnya, elektabilitas Prabowo Subianto masih unggul di wilayah Jatim.

Dalam rilis survei pada Jumat (15/9/2023), survei ini diketahui dilakukan tanggal 3-12 September 2023 atau setelah deklarasi Anies-Cak Imin, di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Populasi dari survei ini adalah seluruh WNI yang berdomisili di Jawa Timur dan minimal telah berusia 17 tahun (telah memiliki e-KTP).

Jumlah sampel sebesar 1.000 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (multistage random sampling). Margin of error +/- 3,1%, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara via telepon oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50% laki-laki dan 50% perempuan.

Hasil survei top of mind SRS menunjukkan bahwa nama Prabowo Subianto paling banyak disebut publik Jawa Timur, yakni 26,1%. Ini mengindikasikan bahwa Prabowo telah menjadi top of mind publik sebagai bakal calon presiden.

Ganjar Pranowo yang telah diusung sebagai bakal capres oleh PDIP menjadi top of mind dari 22,6% publik, sedangkan Anies Baswedan hanya disebut spontan oleh 14,2%.

"Setelah itu muncul nama-nama seperti Mahfud MD, Ridwan Kamil, Erick Thohir, Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Puan Maharani, Khofifah, Moeldoko, dan Muhaimin Iskandar, namun persentasenya tidak signifikan untuk dinominasikan sebagai bacapres," kata peneliti senior SRS Edwin Abdullah dilansir dari detikcom, Jumat (15/9/2023).

Dalam simulasi pilpres diikuti 10 bakal capres, Prabowo Subianto masih memperoleh elektabilitas tertinggi, yakni 33,7%.

Berikutnya nama Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 27,1% dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan elektabilitas 14,3%.

"Setelah itu muncul nama Mahfud Md 5,1%, Ridwan Kamil 4,1%, Erick Thohir 4,1%, Agus Harimurty Yudhoyono 4,5%, Sandiaga Uno 3,2%, Khofifah Indar Parawansa 2,4%, Airlangga Hartarto 1,4%, serta undecided 1,1%," ujarnya.

Dominasi Prabowo tetap signifikan ketika SRS membuat simulasi pilpres hanya diikuti tiga bakal capres saja. Prabowo tetap menggungguli Anies di Jatim yang sudah deklarasi bersama Cak Imin.

"Pada saat kepada responden diajukan pertanyaan, siapakah yang akan dipilih jika saat ini dilaksanakan pilpres dan hanya diikuti oleh Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, ternyata sebanyak 43,8% responden mengaku memilih Prabowo, kemudian 39,7% menyatakan memilih Ganjar dan 15,2% menjatuhkan pilihan pada Anies," ucap Edwin Abdullah.

SRS membuat simulasi jika pilpres diikuti oleh tiga pasangan yakni Prabowo-Erick Thohir, Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Hasil survei SRS menunjukkan bahwa jika pilpres hanya diikuti tiga pasangan, yakni Prabowo-Erick Thohir, Ganjar-Sandi, dan Anies-Cak Imin maka pilpres dinilai akan berlangsung dua putaran, dimana pasangan Prabowo-Erick berada di urutan pertama dengan elektabilitas 43,5%.

"Pasangan Ganjar-Sandiaga berada di posisi kedua dengan elektabilitas 40,2% dan pasangan Anies-Cak Imin tereliminasi alias gagal masuk putaran kedua karena hanya dipilih oleh 14,6% responden alias menempati posisi juru kunci," kata peneliti senior SRS Edwin Abdullah.

Dalam simulasi tiga pasangan ini sebanyak 2,1% responden mengaku belum bisa menentukan pilihan alias undecided. (*)

Komentar

Loading...