Begini Prediksi Indonesia Kontra Uzbekistan Menurut Pemerhati Olahraga Sumut

POJOKPOLITIK.COM- Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Uzbekistan pada Babak 16 Besar Asian Games 2023. Dijadwalkan duel Timnas Indonesia vs Uzbekistan akan digelar di Stadion Shangcheng Sports Centre Stadium, Hangzhou, China, Kamis (28/9/2023) pukul 15.30 WIB.

Berapa besarkah peluang Indonesia bisa memenangkan laga tersebut? Berikut analisa pengamat olahraga Sumut, Indra Efendi Rangkuti.

Indonesia dan Uzbekistan tercatat sudah pernah bertemu sebanyak 4 kali dalam segala kategori umur. Dalam 4 kali pertemuan itu Timnas Indonesia belum sekalipun meraih kemenangan.

Pertemuan pertama Indonesia dan Uzbekistan terjadi pada 1 Juni 1997 Grup 5 putaran pertama Pra Piala Dunia 1998 Zona Asia. Ketika itu Indonesia dan Uzbekistan harus puas bermain imbang dengan skor 1-1.

Kemudian, kedua negara kemudian kembali berhadapan pada 20 Juni 1997 masih dalam lanjutan Grup 5 putaran pertama Pra Piala Dunia 1998 Zona Asia. Hasilnya Timnas Indonesia yang waktu itu diperkuat Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, Widodo C.Putra, Rochy Putiray dll harus takluk atas Uzbekistan dengan skor 0-3.

Kemudian pada 3 Mei 2018 Timnas U23 Indonesia bertanding dengan Timnas Uzbekistan pada laga persahabatan. Hasilnya kedua tim bermain imbang 0-0.

Terakhir pada Piala Asia U20 tanggal 7 Maret 2023 lalu Timnas Indonesia yang waktu dilatih Shin Tae Yong berhadapan dengan Uzbekistan pada laga akhir Grup A Piala Asia U20. Hasilnya kedua tim kembali bermain imbang 0-0.

Beberapa pemain yang memperkuat Timnas U20 ketika berhadapan dengan Uzbekistan pada laga terakhir 7 Maret 2023 lalu yaitu Hugo Samir, Robi Darwis, Dony Tri Pamungkas dan kiper Daffa Fasya juga tampil membela Timnas Indonesia di Asian Games 2022 ini.

Demikian juga dengan beberapa pemain dari Uzbekistan.Tentu kedua tim sedikit banyak sudah saling mengetahui kekuatan dan kelemahan masing – masing tim.

Jika melihat dari head to head kedua tim, jelas Uzbekistan lebih diunggulkan atas Indonesia. Apalagi Uzbekistan lolos ke 16 Besar dengan status Juara Grup C dengan menyapu bersih 2 laga melawan Hongkong.

Sedangkan Indonesia lolos ke 16 Besar dengan status salah satu peringkat 3 terbaik. Pada laga pertama Grup F Timnas Indonesia menang 2-0 atas Kirgistan namun di laga kedua

Timnas justru kalah melawan taiwan 0-1 dan pada laga terakhir penyisihan grup takluk 0-1 atas Korea Utara.

Uzbekistan termasuk salah satu kekuatan sepak bola di Asia. Cara bermain mereka menyerupai tim-tim Eropa Timur yang mengandalkan fisik dan stamina yang kuat serta umpan-umpan satu dua sentuhan yang sangat akurat.

Skuad asuhan Timur Kapadze ini memiliki pemain-pemain bagus dengan skill yang mumpuni.

Di lini depan, mereka mengandalkan Khojimat Erkinov dan Alisher Odilov sebagai duet striker andalan.

Mereka juga memiliki gelandang-gelandang berkualitas macam Ibrokhim Ibragimov, Ulugbek Khoshimov, Sherzod Esanov, dan Khamidullo Abdunabiev.

Pertahanan Uzbekistan juga kokoh dengan pemain-pemain seperti Makhmudjon Makhamadjonov di bawah mistar gawang. Lalu, beberapa bek Tangguh seperti Eldorbek Begimov, atau Alibek Davronov.

Uzbekistan juga punya skenario bola mati yang bisa membahayakan Indonesia. Mereka berbahaya saat tendangan bebas dan sepak pojok. Dengan pemain-pemain seperti itu, Indonesia harus waspada.

Jika tidak hati-hati, kejadian saat lawan Taiwan dan Korea Utara bakal terulang. Pasalnya, cara  bermain Indonesia sering berlama–lama menahan bola dan cenderung lamban dalam mengambil keputusan untuk mengumpan atau menembak. Jika ini tidak diatasi maka akan menjadi “makanan empuk” bagi lini serang Uzbekistan.

Lini belakang Indonesia yang diperkuat Bagas Kaffa, Andi Setyo, Dony Tri Pamungkas, Robi Darwis dan Rizki Ridho perlu waspada dengan serangan mematikan yang kerap diperlihatkan Uzbekistan seperti dalam laga penyisihan grup.

Apalagi jika kondisi fisik Alfreanda Dewangga sebagai gelandang bertahan tidak fit seperti yang terlihat dalam laga melawan Korea Utara tentu ini menjadi alarm besar bagi lini pertahanan Indonesia.

Ditambah lagi Uzbekistan kerap tampil trengginas pada babak kedua sedangkan pemain Indonesia umumnya sering hilang fokus di babak kedua, tentu ini menjadi alarm bagi pertahanan Indonesia untuk menghadapi gempuran serangan Uzbekistan.

Demikian juga dengan lini tengah. Indra Sjafri perlu membuat terobosan agar memiliki variasi serangan karena lini pertahanan Uzbekistan termasuk rapat. Muhammad Taufany dan Syahrian Abimanyu diharap mampu menjadi penyalur bola ke depan dengan variasi umpan yang tidak monoton.

Pola serangan yang monoton seperti dalam 2 laga terakhir Timnas perlu diatasi karena lini tengah Uzbekistan diisi oleh gelandang – gelandang kreatif.

Indonesia juga perlu waspada dengan catatan impresif yang dimiliki oleh pelatih Uzbekistan Timur Kapadze.

Sang pelatih telah mengukir catatan lima kemenangan beruntun bersama Timnas Uzbekistan tahun ini.

Tiga kemenangan diraihnya pada laga kualifikasi Piala Asia U17 dan 2 laga lainnya adalah di babak penyisihan grup C Asian Games 2022 ini.

Catatan gol dalam lima laga beruntun itu juga cukup impresif dengan mencetak 22 gol dan hanya kebobolan empat kali.

Bahkan di kualifikasi Piala Asia U23 lalu, Uzbekistan juga tampil mentereng dengan raihan 3 kali menang dengan torehan 19 gol dan hanya kemasukan 1 gol. Ini membuktikan kekuatan Uzbekistan yang benar–benar harus diwaspadai Indonesia.

Ini membuktikan skuad asuhan Timur Kapadze ini memiliki lini serang yang “mematikan” dan lini pertahanan yang kokoh.

Tentu bukan tugas ringan bagi skuad asuhan Indra Sjafri untuk menghadang serangan sekaligus membongkar pertahanan Uzbekistan di laga 16 Besar nanti.

Indonesia sendiri sedikit diuntungkan karena Uzbekistan kehilangan winger kiri andalannya Khojimat Erkinov karena terkena kartu merah di laga terakhir melawan Hongkong. Selama ini gol Uzbekistan banyak terciprta dari umpan–umpan matang yang diberikannya.

Demikian juga dengan kondisi bek kiri Ibrokhimkhalil Yuldoshevdan striker Ruslanbek Jiyanov yang dikabarkan mengalami cedera dan kemungkinan absen dalam laga melawan Indonesia.

Beruntung Indonesia mendapat tambahan kekuatan baru di lini depan dengan hadirnya Ramadhan Sananta yang akhirnya diizinkan Persis Solo untuk bergabung dengan skuad Timnas Asian Games 2022 ini.

Kehadiran Sananta yang memiliki ketajaman dalam membongkar lini pertahanan lawan diharapkan mampu mengatasi mandulnya lini depan yang dalam 2 laga terakhir tidak mampu mencetak gol.

Namun Sananta tentu perlu mendapat dukungan dari lini tengah yang kreatif untuk memudahkannnya membuka ruang di barisan belakang Uzbekistan. Untungnya Sananta didukung oleh Egy Maulana Vikri dan Ramai Rumakiek di kedua sayap yang memungkinkan terbukanya ruang baginya untuk membongkar pertahanan Uzbekistan.

Dengan melihat fakta–fakta ini jelas Uzbekistan sedikit diunggulkan untuk menang atas Indonesia.

Namun jika Timnas mampu menahan gempuran Uzbekistan hingga babak perpanjangan waktu dan adu penalti tentu Indonesia memiliki peluang untuk menang.

Apalagi jika Sananta yang juga jago dalam mengeksekusi bola–bola mati mampu memperlihatkan “magisnya” dalam laga ini.

Laga ini juga menjadi ajang bagi Indonesia untuk memutus catatan di Asian Games 2014 dan 2018 ketika langkah Indonesia terhenti di babak 16 Besar.

Semoga Timnas Indonesia bisa memperlihatkan aksi terbaiknya di laga 16 Besar melawan Uzbekistan nanti. (*)

Komentar

Loading...