Di Tengah Insiden Intimidasi Persiraja, Poin yang Dibawa Pulang Jadi Kado Spesial Buat Dirtek PSMS

Direktur Teknik PSMS Medan, Andry Mahyar. (Foto : Istimewa)

POJOKPOLITIK.COM- Laga Persirsaraja kontra PSMS Medan yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh berakhir dengan hasil imbang 0-0.

Namun, laga itu ternoda dengan adanya insiden pelemparan botol dan batu kepada official dan jajaran pelatih hingga pengeroyokan yang dilakukan Yudi Cot Ara (Kana) selaku Wakil Presiden Persiraja bersama rekannya terhadap Kapten PSMS, Rahmad Hidayat.

Membawa pulang satu poin di kandang lawan yang penuh dengan tekanan dan intimidasi bahkan drama penyanderaan itu, tentu menjadi catatan prestasi bagi skuat berjuluk Ayam Kinantan itu.

Tak hanya menahan imbang dan membawa pulang satu poin, hasil itu juga mencatatkan PSMS sebagai tim yang belum terkalahkan sepanjang perjalanan Liga 2 musim 2023/2024.

Tim yang diarsiteki Miftahudin Mukson ini  meraih dua kemenangan dan enam hasil imbang dari delapan laga yang telah dilakoni.

PSMS Medan masih dalam zona aman berada di peringkat ketiga klasemen sementara grup 1 di bawah Semen Padang dan juga Persiraja untuk bisa lolos ke babak 12 besar.

Ya, di tengah insiden mencekam dan menegangkan, raihan satu poin dari hasil imbang itu menjadi kado spesial bagi Direktur Tehnik PSMS Medan, Andry Mahyar yang akan merayakan ulang tahunnya pada 20 November besok.

"Bukan pekerjaan mudah untuk bisa membawa pulang poin dari kandang Persiraja. Saya apresiasi perjuangan para pemain selama 90 menit di atas lapangan hijau. Dan juga kepada pelatih Miftahhudin Mukson yang mampu meracik strategi dan berhasil menutup laga dengan skor 0-0," tutur Andry sapaan akrabnya itu.

Kendati dirinya tak bisa mendukung langsung dari sisi lapangan karena kondisi kesehatannya yang kurang baik, namun Andry mengaku tak pernah lepas untuk mendoakan perjuangan Rahmad Hidayat dkk.

"Sangat disayangkan memang saya gak bisa hadir mendampingi tim karena memang kondisi kesehatan saya kurang baik. Tapi hasil ini sangat berarti dan menjadi kado spesial di hari kelahiran saya besok," ucapnya.

Disinggung mengenai sikap manajemen PSMS Medan terhadap aksi anarkis, intimidasi, bahkan penyanderaan yang dilakukan pihak Persiraja, dirinya bersama manajemen tak akan diam begitu saja.

"Kita sudah layangkan protes keras ke komisi disiplin PSSI dan PT LIB selaku operator liga, langsung malam itu juga disertai dengan bukti video. Kita berharap ada sanksi keras yang dikeluarkan PSSI tehadap mereka," tegas Andry Mahyar.

Sementara pengeroyokan dan pemukulan yang dialami kapten PSMS Medan, Rahmad Hidayat, manajemen masih menunggu sikap Rahmad.

"Karena ini ranah pidana, kita diskusikan dulu sama Rahmadnya untuk mengambil sikap. Jika dia ingin melaporkan ke ranah hukum, maka kita manajemen siap dampingi proses pelaporannya" ucap Andry Mahyar mengakhiri.

Sebelumnya diberitakan telah terjadi pelemparan botol mineral, batu, bahkan pengeroyokan yang dialami pemain, pelatih dan official PSMS Medan saat bertandang ke Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 2 yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (18/11/2023) malam.

Para pemain juga mendapatkan intimidasi dan ancaman bahkan penyanderaan hingga tertahan di stadion hingga Minggu (19/11/2023) dinihari pukul 01.00 WIB karena dikepung ribuan penonton. (*)

Komentar

Loading...