Kasus 2 Tahun Jalan di Tempat, Kuasa Hukum Korban Penipuan Ratusan Juta Desak Poldasu

Pelaku penipuan transaksi elektronik, Annisa Bikhaira masih berkeliaran bebas di Malaysia kendati red notice telah diterbitkan untuk proses penangkapannya. (Foto : Istimewa)

POJOKPOLITIK.COM- Kendati telah berstatus tersangka atas penipuan ratusan juta rupiah terhadap korbannya Selly, pelaku Annisa Bikhaira masih bebas berkeliaran di negeri tetangga Malaysia.

Kasus penipuan itu pun telah dilaporkan korban Selly, sejak (4/2/2021) silam ke Polda Sumut. Namun, hingga kini kasusnya masih jalan di tempat dan belum ada penindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hal itu tak ayal membuat korban berang. Melalui kuasa hukumnya H Andry Mahyar Matondang, Selly mendesak Polda Sumut segera menindaklanjuti kasus yang merugikan dirinya. Apalagi saat ini keberadaan korban juga telah diketahui.

Selly, korban penipuan transaksi elektronik hingga ratusan juta desak Polda segera tangkap pelaku yang kini buron di Malaysia. (Foto : Istimewa)

"Kami meminta Polda Sumut untuk dapat menindaklanjuti surat kami dengan nomor surat 02/KMS/XI/2023 untuk dilakukan tindakan hukum atas Nama ANNISA BIKHAIRA. Perkara ini sudah terlampau lama. LP kita saja sejak tahun 2021 lalu dengan (Nomor:STTLP/255/11/2021/SUMUT/SPKT/II) pada Tanggal 4 Februari 2021 atas nama SELLY" ujar Andry Mahyar, Rabu (29/11/2023).

Tidak hanya berstatus tersangka sejak 2021 silam, Red Notice juga telah dikeluarkan oleh interpol dan saat ini pelaku telah menjadi buronan di Malaysia.

Hal itu jugalah yang menjadi alasan korban tambah kecewa. Kendati Red Notice telah diterbitkan sejak 16 Januari 2023 lalu, namun belum ada langkah konkrit yang dilakukan aparat hukum dalam hal ini kepolisian.

"Red notice dikeluarkan 16 Januari 2023. Kami meminta Polda Sumatera Utara, cq Mabes Polri untuk dapat serius memproses ini, sebab korban atau klien kita ini sudah menjadi korban atas suatu tindakan yang sangat merugikan dirinya," ucap Andry lagi.

Selain mengetahui keberadan tersangka di Malaysia Andry menegaskan, pihak kuasa hukum juga sudah melampirkan seluruh bukti untuk kasus tersebut.

Kuasa hukum korban penipuan transaksi elektronik, H Andry Mahyar Matondang menunjukkan bukti red notice yang dikelurkan interpol terhadap pelaku Annisa Bikhaira yang kini masih buron di Malaysia. (Foto : Istimewa)

"Selain itu, juga dilampirkan saksi, red notice juga sudah keluar, namun belum ada tindakan atau follow-up yang lebih tegas. Maka kami minta untuk segera dilakukan tindakan yang lebih tegas terkait dengan laporan klien kami ini," tegasnya.

Sekadar informasi, Annisa Bikhaira menjadi tersangka tindak pidana Tersangka tindak pidana UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27. (*)

Komentar

Loading...