Hadiri FGD BEM-SI Sumbagut, Kaban Kesbangpol Sumut ajak Mahasiswa Lebih Kritis 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sumbagut, Ir Ardan Noor MM saat memberikan sambutan di acara Focus Grup Discusion (FGD) ketahanan, ekonomi, sosial, budaya dan agama yang berlangsung di Medan, Sabtu (20/4/2024). (Foto : Kesuma Ramadhan)

POJOKPOLITIK.COM- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sumbagut, Ir Ardan Noor MM mengajak mahasiswa bisa bersikap lebih kritis.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan di acara Focus Grup Discusion (FGD) ketahanan, ekonomi, sosial, budaya dan agama yang berlangsung di Medan, Sabtu (20/4/2024).

Dalam kegiatan diskusi yang diinisiasi oleh BEM-SI Sumut tersebut, Ardan menilai sikap kritis akan membuat mahasiswa bisa bersaing dengan yang lain serta akan memiliki nilai lebih yang membuka kesempatan untuk lebih maju.

"Ini adalah motivasi agar mahasiswa harus menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Jangan mahasiswa ini tidak berkembang. Mereka harus bisa kritis dalam artian bisa menilai bagaimana supaya bisa menjadi lebih baik dan apa yang harus dilakukan. Kita tau beberapa dekade ke depan orang-orang yang memiliki nilai lebih akan lebih maju," ungkapnya.

Kaban Kesbangpol, Ardan Noor (tiga dari kiri) bersama sejumlah mahasiswa diabadikan bersama dalam kegiatan Focus Grup Discusion yang diinisiasi oleh BEM-SI Sumbagut. (Foto : Kesuma Ramadhan)

Kampus menurut Ardan merupakan pintu gerbang untuk menempa diri menjadi yang terbaik.

"Adik-adik mahasiswa jangan pernah ragu, dimanapun kampusnya itu adalah pintu gerbang menuju era yang maju," sebutnya.

Disinggung dengan tema kegiatan diskusi 'mencegah degradasi keberagaman menjelang Pilkada Sumut' Ardan menilai perbedaan tidak akan jadi masalah dan bisa disikapi dengan sifat terimo atau menerima.

"Perbedaan bisa disikapi dengan menerima jika pola pikir itu ada. Kalau ilmu tidak ada kita pasti akan berfikir emosional saja. Keberagaman jadi nilai negatif. Kita kan banyak nih dari sisi agama, kesukuan, visi, macam-macam lah, tapi ketika ilmu ada pasti kita memahami jika keberagaman bukan suatu hal yang dipertentangkan maka dia akan bisa menerimanya," sebut Ardan.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Danil Lubis selaku Korwil BEM-SI Sumbagut menjelaskan kegiatan FGD dilaksanakan sebagai langkah menguatkan kemantapan akan ketahanan ekonomi, sosial, budaya dan agama.

"Juga mewujudkan keutuhan di tengah kondisi multi etnis Sumatera Utara jelang Pilkada nanti," harapnya.

Kegiatan FGD dihadiri sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Sumatera Utara terkhusus Kota Medan yakni, USU, Unimed, Politeknik Kesehatan Medan, UINSU, UMSU.

Kegiatan diskusi turut menghadirkan pemateri yakni penggiat literasi dan demokrasi, Rizki Adha Simatupang S.M dan juga dosen Antropolog Unimed, Dr Bakhruo Khoir Amal M.Si. (*)

Komentar

Loading...