Dugaan Intimidasi Mewarnai Pilkada Tapanuli Selatan 2024

Pojokpolitik.com
Share:

 

Dugaan Intimidasi Mewarnai Pilkada Tapanuli Selatan 2024. (Foto : Istimewa)


POJOKPOLITIK.COM- Tensi politik di Tapanuli Selatan kembali memanas menjelang Pilkada 2024. 

Sejumlah warga melaporkan dugaan intimidasi yang bertujuan menggagalkan pencalonan pasangan Dolly Pasaribu-Achmad Buchori melalui jalur perseorangan.

Laporan ini disampaikan oleh perwakilan masyarakat dari berbagai desa di Tapanuli Selatan kepada Tim 9 Pemenangan Dolly Pasaribu-Ahmad Buchori kemarin sore. 

Pertemuan berlangsung di sekretariat tim pemenangan yang berlokasi di Jl. KH Ahmad Dahlan, Padangsidimpuan.

Ahmad Jiman Lubis, warga Desa Sisundung, mengungkapkan adanya modus penipuan dalam pengumpulan dukungan. 

"Mereka datang malam-malam, minta tanda tangan untuk dukungan Pak Dolly. Tapi ternyata isinya malah sebaliknya," ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa surat tersebut menggunakan trik visual, di mana nama Dolly Pasaribu ditulis besar, sementara kalimat penolakan ditulis kecil hingga nyaris tak terlihat.

Kasus serupa juga dialami warga Desa Aek Pining dan Silaiya. 

Sukri Simbolon dari Aek Pining menyatakan bahwa warga diminta menyerahkan KTP dan menandatangani surat, yang belakangan diketahui sebagai pernyataan penolakan dukungan.

Lebih mengejutkan lagi, Mirhan Pulungan dari Desa Silaiya melaporkan adanya ancaman pencoretan dari daftar penerima PKH (Program Keluarga Harapan) bagi warga yang mendukung pasangan Dolly-Buchori.

Menanggapi laporan ini, Syafruddin Ismail Lubis alias Ucok Seroja dari Tim 9 Pemenangan menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut. 

"Kami akan melaporkan ini ke tim kuasa hukum untuk langkah selanjutnya," katanya. 

Ia juga menegaskan komitmen tim untuk mengawal ketat proses verifikasi faktual yang sedang berlangsung.

Di tengah ketegangan ini, Asalsah Harahap, Raja Adat Losung Batu, mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan. 

"Mari kita jaga kondusifitas daerah dengan mengedepankan falsafah Dalihan Natolu," serunya. 

Ia juga menyoroti fakta bahwa kontestasi ini melibatkan hubungan ayah dan anak, mengimbau agar nilai-nilai kekeluargaan tetap dijunjung tinggi.

Kasus ini menambah daftar panjang dinamika Pilkada Tapanuli Selatan 2024. 

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti laporan ini demi menjamin Pilkada yang jujur dan adil. (*)

Share:
Komentar

Berita Terkini