Indeks Korupsi Indonesia Turun 3 Poin, Masih Jauh dari Singapura

Transparancy International Indonesia - Dok Istimewa
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Peneliti Transparency International Indonesia (TII), Wawan Suyatmiko mengatakan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia untuk 2020 menurun dibanding tahun sebelumnya.

IPK Indonesia turun 3 poin dari tahun sebelumnya mendapat skor 40. Hal itu membuat peringkat Indonesia juga turun drastis dari posisi 85 ke 102 dari 180 negara. Peringkat Indonesia tercatat sama dengan peringkat Gambia.

“Pada 2020 berada diskor 37 dan rangking 102,” kata Wawan Suyatmiko, dalam Peluncuran Indeks Persepsi Korupsi 2020 yang disiarkan secara virtual, Kamis (28/1/2021).

TII menggunakan skala 0-100 untuk menghitung IPK tiap negara. Angka nol menunjukkan negara paling korup, sedangkan angka 100 berarti negara paling bersih dari praktik korupsi. Data diambil pada periode awal tahun hingga Oktober 2020.

Dari 180 negara yang terdata, Wawan mengungkap sejumlah negara dengan peringkat paling atas dan paling bawah.

Negara Denmark dan Selandia masing-masing mendapat skor 88, naik satu poin dari tahun sebelumnya. Kedua negara ini mendapat predikat sebagai negara paling bersih dari praktik korupsi di tahun 2020.

Kedua, yakni Finlandia, Singapura, Swedia dan Swis dengan skor 85.Peringkat ketiga ada Norwegia dengan skor 84. Keempat Belanda dengan skor 82, dan kelima ada Jerman dan Luxembourg dengan skor 80.

Sedangkan negara dengan skor KPI paling rendah juga tidak berubah dari tahun sebelumnya. Di antaranya Somalia, Sudan Selatan, Suriah, Yaman dan Venezuela.

“Yang masing-masing skornya 12, 14 dan 15,” pungkas Wawan.

(AEE/IJS)

banner 300x250
Bagikan:
READ  Polisi Tembak Pria Tepat di Kepala, Polsek Sungai Pagu Digeruduk Massa

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *