IPW Ingatkan Rentetan Kekerasan yang Dilakukan Anggota Geng Motor

Ilustrasi anggota geng motor. (Istimewa)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti maraknya konvoi geng motor beberapa waktu belakangan ini yang sangat meresahkan masyarakat. Apalagi ada banyak kasus kekerasan yang melibatkan anggota geng motor. Melihat hal itu, IPW pun meminta kepolisian agar segera bertindak guna mengantisipasi ulah para geng motor.

“Dari pendataan IPW, dalam dua minggu terakhir, dari 28 Feb hingga 12 Maret 2021, ada tujuh peristiwa geng motor yang menewaskan tiga orang dan sejumlah lainnya luka-luka,” jelas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane, Jumat (12/3/2021).

Bahkan, korban anarki geng motor bukan hanya berasal dari sipil, melainkan juga aparat kepolisian.

READ  Bunuh Majikan, ART di Bandung Minta Tolong Bilang Ada Perampokan

Neta pun menjabarkan, peristiwa kekerasan anggota geng motor pertama yang ada dalam data IPW yakni menelan korban Muhammad Farhan Lubis (17). Remaja tersebut tewas usai dibantai anggota geng motor di Jalan Sisisngamangaraja, Medan Amplas, Sumatera Utara, Minggu dini hari (28/2/2021).

Lalu pada hari yang sama, di Jakarta, anggota geng motor Enjoi MBR 86 membacok anggota Polsek Metro Menteng Aiptu Dwi Handoko. Masih pada hari yang sama tapi terjadi di Cirebon, Jawa Barat, seorang tukang parker bernama Hendri menjadi korban pengeroyokan geng motor di Jalan Pasuketan. Bahkan para anggota geng motor tak segan memukuli orang-orang yang merekam aksi brutal mereka.

Neta juga mengingatkan adanya bentrok antara kelompok geng motor XTC dan Moonra di Jalan Raya Padalarang–Purwakarta, Desa Nyalindung, Kabupaten Bandung Barat, Senin (1/3/2021).

Sembilan hari berselang, geng motor menyerang dan merusak kos-kosan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Polda Banten juga sempat menangkap 10 dari 36 anggota geng motor All Star yang meresahkan warga Kota Serang Timur karena konvoi membawa senjata tajam, mulai dari golok, pedang, hingga celurit. Mereka mengancam warga dan memblokir jalanan,” jelasnya.

Sikap tegas Polda Banten ini menurut Neta patut dicontoh polda lainnya agar tak ada lagi geng motor. Menurutnya, antisipasi dan deteksi dini bisa dilakukan bersama polsek dan polres yang mendatangi rumah para anak muda yang terindikasi sebagai anggota geng motor.

“Terutama menjelang bulan Ramadhan, biasanya geng motor ini suka berulah dan harus diantisipasi. Mereka tidak hanya membuat onar tapi juga melakukan tindakan kriminal, seperti merampok mini market, merampok pom bensin, membegal orang di jalanan dan lainnya,” pungkasnya.

(Sdy/IJS)

banner 300x250
Bagikan:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *