Mal Matahari Pontianak Jadi Aset yang Disita Kejagung Atas Kasus Asabri

Matahari Mall Pontianak. (Istimewa)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Beberapa aset milik tersangka dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero) Benny Tjockrosaputro kembali disita oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) Kejagung. Aset-aset tersebut terdiri dari tanah, mal, dan hotel di wilayah Kabupaten Mempawah, dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

“Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait tersangka BTS (Benny Tjockrosaputro),” terang Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu, (27/3/2021).

READ  Pria Ini Tertangkap Basah Mengutil di Matahari Citimall Prabumulih

Leonard menjelaskan, aset yang disita berupa enam bidang tanah dan/atau bangunan. Penyitaan aset tersebut sudah mendapatkan penetapan wakil ketua Pengadilan Negeri Pontianak pada Kamis (25/3/2021).

Sesuai Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak Nomor : 10/Pen.Pid.Sus-TPK/2021 /PN.PTK tanggal 24 Maret 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka Benny Tjockrosaputro yaitu satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 469 yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 9.820 meter persegi. Selanjutnya, satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 511 yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 577 meter persegi. Di atas dua bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Mal Matahari Pontianak.

Sementara itu, berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak Nomor : 12/ Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.PTK tanggal 24 Maret 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan Benny Tjockrosaputro, yaitu satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 38 (dahulu No. 2058) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 2.034 meter persegi. Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 57 (dahulu No. 2055) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 93 meter persegi. Di atas dua bidang tanah tersebut berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Maestro Pontianak.

Berikutnya, satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 58 (dahulu No. 2057) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 166 meter persegi dan satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 59 (dahulu No. 2056) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 159 meter persegi. Selanjutnya, kata Leonard, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka Benny Tjockrosaputrp yang masih dalam proses untuk disita oleh Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung berupa tiga hamparan bidang tanah seluas kurang lebih 833 hektare (8.330.000 meter persegi) yang terletak di Desa Peniti Luar, Desa Sungai Purun Besar dan Desa Sungai Burung, Kabupaten Mempawah.

“Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya,” jelas Leonard.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri telah merugikan keuangan negara Rp 23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

banner 300x250
Bagikan:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *