Pemda Babel Diminta Gunakan Pendekatan Humanis Sosialisasi Larangan Buru Telur Penyu

banner 468x60
Bagikan:

Pangkalpinang – Keberadaan penyu sisik dan hijau di Perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terancam punah karena maraknya pencurian telur penyu untuk diperjualbelikan di pasar. Anggota DPD RI Dapil Babel, Alexander Fransiscus meminta pengawasan di kawasan penangkaran salah satu hewan langka itu lebih diperketat.

“Banyak ditemukan pencurian telur penyu sisik dan hijau yang merupakan spesies laut khas Babel belakangan ini. Pemprov bersama BKSDA Babel harus lebih ketat lagi melakukan pengawasan karena penyu hijau dan sisik hewan yang dilindungi,” ujar Alexander Fransiscus, Senin (25/1/2021).

Penyu sisik dan hijau merupakan hewan laut yang dilindungi pemerintah karena terancam punah. Ini akibat banyak terjadinya perburuan dan pencurian telur penyu.

Alexander menilai sosialisasi kepada masyarakat harus lebih digencarkan lagi. Ia menyebut pendekatan humanis perlu dilakukan, termasuk juga informasi mengenai sanksi bagi pemburu dan pencuri telur-telur penyu sebagai hewan satwa yang dilindungi.

“Mungkin masyarakat masih ada yang belum tahu penyu sisik dan hijau masuk kategori hewan langka yang harus dilindungi. Maka sosialisasi perlu terus menerus dilakukan. Gunakan pendekatan humanis agar tidak ada resistensi dari masyarakat,” kata Alexander.

“Pemda juga bisa bekerja sama dengan tokoh masyarakat di daerah setempat untuk membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tambah anggota Komite II DPD RI itu.

Alexander pun mendukung upaya Pemprov bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Babel untuk mengoptimalkan kawasan penangkaran penyu yang terancam punah ini. Optimalisasi termasuk dalam kawasan penangkaran penyu di Desa Guntung, Kabupaten Bangka Tengah.

“Penangkaran penyu di Desa Guntung bisa dikembangkan lagi agar hasilnya pun semakin maksimal. Kami juga mendorong supaya ada lebih banyak lagi penangkaran penyu sisik dan hijau di Babel,” sebut Alexander.

READ  Relawan Berhasil Jangkau Pedalaman Dekat Episentrum Gempa Sulbar, Bantuan Diangkut dengan Tandu dan Kuda

Lebih lanjut, salah satu senator muda ini meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas sindikat pencurian telur penyu hijau dan sisik. Sindikat ini biasanya manargetkan telur penyu dijual bagi para tamu wisatawan.

Alexander menyebut perilaku sindikat sudah terorganisir dan harus diatasi. “Penyu hijau laut dilindungi sebagaimana diatur dalam UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Kami berharap agar polisi memburu para sindikat pencurian telur penyu,” urainya.

“Harus ada tindakan tegas agar ulah para sindikat tidak diikuti kelompok lain dan jadi kewaspadaan bagi masyarakat,” tambah Alexander. (ijs/elz)

banner 300x250
Bagikan:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *